Rabu, 05 Juni 2013

Nasib Seleb Instan, Mendadak Terkenal dan Dilupakan


Amarah Arya Wiguna sudah tak terbendung lagi. Sekelebat ia berdiri. Matanya membelalak, tubuhnya bergetar hebat. Dengan emosi meledak-ledak, lelaki yang berseteru dengan Eyang Subur itu meneriakkan kalimat “Demi Tuhan”.  Kemudian digebraknya meja. Seketika bumi berguncang. Bencana alam dahsyat terjadi. Gunung meletus, gedung, hingga jembatan ambruk. 


Ya, adegan bak film Hollywood tersebut bukanlah kisah nyata. Melainkan sebuah video parodi. Video yang diunggah akun Calengklik di YouTube pada 17 April 2013 lalu itu, menggabungkan tayangan infotainment tentang Arya dan berbagai cuplikan film. Hingga kini, video tersebut telah ditonton lebih dari 2 juta kali dan mendapat respons beragam dari pengguna internet. 

Tak hanya Calengklik, pada 23 April 2013, pemilik akun Eka Gustiwana juga mengunggah video parodi Arya Wiguna. Bedanya, kali ini Eka mengubah ekspresi kemarahan Arya Wiguna menjadi sebuah musik. Tak dinyana, hasil composing-nya memperoleh sambutan hangat. Video parodi buatan Eka ditonton lebih dari 3,2 juta kali dan bahkan telah dikemas menjadi RBT.

Berkat video parodi itu, nama Arya meroket di jagad hiburan Tanah Air. Kehidupan pria yang sebelumnya tak punya pekerjaan tetap ini berubah drastis. Ia mendadak jadi artis. Namanya dielu-elukan masyarakat. Wajahnya tak pernah absen di layar televisi. Baik dalam berbagai acara talk show maupun infotainment

Kini, pria berstatus duda itu segera punya kesibukan baru. Selain masuk studio rekaman untuk membuat RBT, syuting film, ia juga didapuk menjadi model video klip Kangen Band, akhir tahun ini.

Ketenaran yang diraih Arya juga membuat dirinya sering dikelilingi wanita cantik. Tanpa malu-malu, Arya bercerita soal kedekatannya dengan beberapa wanita cantik. Konflik cinta Arya mendapat porsi lebih di media dan menjadi sorotan masyarakat.

Meski demikian, cibiran demi cibiran justru muncul di tengah upayanya menapaki industri hiburan Tanah Air.  Arya diduga sengaja memanfaatkan konfliknya dengan Eyang Subur untuk mendongkrak popularitas. Namun, ia tak menanggapi tudingan miring itu dengan serius.

"Saya bilang sama yang ngejek, 'Anda kan nggak mengalami seperti saya'" ujarnya

Jika Arya Wiguna sedang menikmati berada di atas awang-awang sebagai selebriti, tidak demikian dengan sejumlah seleb instan lainnya yang telah lebih dahulu hadir. Kini, nama-nama seleb instan seperti Norman Kamaru, Shinta-Jojo, Udin Sedunia justru kian meredup.

Norman Kamaru

Saat muncul di Youtube dengan lipsync lagu Chaiya Chaiya, semua orang berusaha ingin mengetahui identitas Norman Kamaru. Pria hitam manis ini dikejar sejumlah tayangan televisi untuk menjadi bintang tamu. Di mana ia hadir, Norman selalu dapat sambutan hangat dari para penggemar. Publik memperlakukan Norman bak artis besar. 

Mereka histeris saat melihat pria itu di atas panggung. Mengenakan seragam kepolisian sambil membawakan lagu Chaiya Chaiya. Penggemar ini juga berusaha mengejar Norman untuk mendapatkan tanda tangan atau sekadar foto bareng.

Terlena dengan sanjungan dan pujian, membuat Norman mantap fokus di dunia hiburan. Ia mengajukan pengunduran diri dari Kepolisian. Hal ini mengundang pro dan kontra. 

Akhirnya, Selasa, 6 Desember 2011, melalui sidang kode etik di Polda Gorontalo, Norman resmi dipecat sebagai anggota Brimob. Ia juga tak dibolehkan memakai atribut Polri dan harus menanggalkan embel-embel "Briptu' dalam namanya. Norman tak menyesali keputusannya tersebut. 

"Hidup itu pilihan. Sudah jalan Tuhan keluar dari situ, ya sudah jalani saja," ujarnya.

Keluar dari kepolisian, pelantun Cinta Gila ini menetap di Jakarta untuk mengembangkan kariernya sebagai artis. Ia bergabung dengan sebuah manajeman artis di Jakarta.  Karier Norman berjalan lancar. Ia tak hanya nyanyi, tetapi juga mendapatkan tawaran main film. Norman berakting dalam film Xia Aimei. Ia berperan sebagai seorang polisi di film tersebut.

Namun, masa keemasan Norman hanya sesaat. Nama Norman mulai memudar. Ia pun jarang tampil di televisi. Norman mengakui bahwajob yang datang padanya mulai berkurang. 

Seiring dengan namanya yang tak lagi bergema, diakui Norman, orang-orang memang tak lagi seheboh dulu saat bertemu dengannya. Ia mulai terlupakan. 

"Sekarang biasa saja. Dulu kalau ketemu, 'Eh Norman, foto dong'. Sekarang kalau bertemu cuma bilang Norman. Gitu doang," katanya.

Dilupakan dan jarang mendapat tawaran manggung, membuat Norman vakum dari dunia hiburan. Namun, bukan berarti untuk selamanya. Pelan-pelan ia mulai menghidupkan popularitasnya yang meredup. 

Norman berjanji akan kembali menggebrak panggung musik Tanah Air dengan single terbarunya. Jika dulu Norman tampil dalam lagu-lagu bernuansa India, kini ia mengubah genre musiknya lebih ke pop Melayu.

“Sudah jalan 70 persen. Ini keluarin sendiri, nggak ikut label," ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mulai berani untuk bergerak di belakang layar dengan menjadi produser sebuah band bernama Emonemo. "Hitung-hitung ingin belajar lebih di dunia entertainment," ungkapnya. 

Tentu tidak mudah bagi Norman untuk bangkit tanpa kehadiran tim manajeman. Meski demikian, pria ini tetap memiliki keyakinan untuk meraih sukses kembali.

"Awal baru, harus belajar lagi. Gampang-gampang susah, beda deh. Cuma bukan sombong, lebih gampang masuk, kalau baru banget ya susah," ucapnya.

Shinta-Jojo

Apa yang dialami Norman juga dirasakan duet Shinta-Jojo. Dua wanita asal Bandung ini melesat bak meteor ketika videonya saat membawakan lipsync lagu Keong Racun menghebohkan dunia maya. Shinta dan Jojo yang tampil genit dan menggoda dalam video tersebut, langsung menjadi orang yang paling dicari.

Semua ingin mengetahui seluk-beluk dua wanita berdarah Sunda ini.  Dalam waktu singkat, Shinta dan Jojo laris manis tampil di televisi. Nyaris semua stasiun televisi swasta berlomba-lomba menjadikan dua dara ini menjadi bintang tamu.

Kehadiran Shinta dan Jojo diyakini mendongkrak rating karena saat itu mereka menjadi idola kagetan.Shinta dan Jojo juga merasakan nikmatnya menjasi selebriti. Pergi dengan penjagaan ketat, masuk televisi, dan juga dipuja masyarakat. Mereka sempat bergabung dalam sebuah manajemen artis.

Keduanya juga menyanyi, menjadi model  iklan, hingga video klip. Tak hanya popularitas, Shinta dan Jojo juga berhasil mengumpulkan pundi-pundi keuangan mereka berkat popularitas dadakan yang diraihnya.

Lagi-lagi, ketenaran Shinta dan Jojo tak bertahan lama. Mereka hanya sesaat menikmati hingar bingar dunia selebriti. Perlahan-lahan namanya menghilang. Tak ada lagi yang peduli dengan yang dilakukan dua artis ini. Bahkan tanpa diketahui publik, Shinta kini telah melepas masa lajang. Ia melangsungkan pernikahan pada Februari lalu.

"Aku sekarang sibuk urus surat ke Perancis, ikut suami kerja di sana," ungkap Shinta. 

Diakui Shinta dan Jojo, saat ini memang tawaran kerja mulai berkurang. "Jadwal memang tak padat, santai-santai saja. Dulu memang sibuk banget, sekarang nggak terlalu, istirahat dulu secara dulu nggak bisa istirahat," ucap Shinta.

Mereka mengaku saat tampil pun, masyarakat sudah tak seheboh dulu. Memang nama mereka mulai tersingkir dan berganti dengan artis dadakan lainnya. Meski demikian, Shinta dan Jojo tak berkecil hati.

"Aku nggak sengaja (ke dunia entertainment). Ini hanya faktor luck juga. Jadi dinikmati saja sekarang," tambah Shinta.

Sementara itu, Shinta dan Jojo mengaku tak mau ngoyo untuk mengejar popularitas mereka yang sudah turun pamor.  Terlebih lagi Shinta, ia hanya ingin fokus pada pernikahannya. Meski demikian, ia membebaskan sahabatnya Jojo untuk menerima job sendiri.

“Saya nggak masalah ya. Mungkin sesekali, kalau balik ke Tanah Air saya juga bisa syuting iklan,” ungkapnya. 

Udin Sedunia

Udin Sedunia juga merasakan hal yang sama. Pria bernama Sualudin ini populer berkat aksi gokil dan lucu dalam video berjudul Udin Sedunia. Lagu Udin Sedunia yang diciptakan sendiri oleh dirinya ternyata mengubah jalan hidup pria yang menetap di Nusa Tenggara Barat ini.

Langsung saja, namanya menghiasi koran, tabloid, dan wajahnya kerap muncul di televisi. Dari situ, Udin kebanjiran tawaran manggung. Ia tak hanya tampil menyanyi, tapi juga membintangi sinetron dan menjadi presenter.

Udin termasuk orang yang percaya diri walau sebagai artis baru. Ia menjual celoteh-celoteh lucunya untuk menyegarkan suasana. Namun, ia juga tak bisa menghindari kenyataan. Ketenarannya hanya bersifat sesaat. 

"Memang kerasa kurang panggilan, punya waktu senggang. Di dunia entertainment memang begitu," ujarnya. 

Sama dengan Shinta dan Jojo serta Norman, Udin pun menerima dengan lapang dada dengan kondisinya saat ini. Di mana job mulai berkurang dan tak lagi banyak penggemar yang peduli dengan kehadirannya. Ia menganggap masa ini sebagai waktunya untuk beristirahat setelah disibukkan selama beberapa bulan.

"Lebih menikmati, lebih bebas. Karena rasanya kebebasan itu saya jual ketika ketenaran itu saya dapat," ungkapnya.

Langkah yang ditempuh Norman, juga dilakukan Udin Sedunia. Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Udin banyak menciptakan lagu. Ia akan memilih beberapa lagu agar bisa kembali menghebohkan penggemarnya.

"Alirannya dangdut. Judulnya Pulang Sayang," ungkapnya. 

Udin juga sesumbar orang akan kembali berpaling padanya. Ia akan memberikan kejutan untuk penggemarnya. "Tunggu saja deh kejutannya," ungkap artis ini.

Punya keahlian

Berdasarkan pengalaman yang dialaminya, Udin pun memperkirakan Arya Wiguna juga tak akan lama merasakan popularitas. Ia menebak Arya hanya akan bertahan selama enam bulan di jagad hiburan.

Bagaimana tanggapan Arya?

Menurut Arya, ia tak khawatir popularitasnya bakal meredup dengan cepat. Ia menjadi selebriti seperti sekarang ini, juga bukan karena direncanakan.

"Kan masyarakat yang bikin, saya juga punya keahlian lain. Saya bisa video editor, film, jadi saya nggak populer juga nggak apa-apa. Saya nggak ingin ngetop kok," ujarnya.

Arya menjelaskan, jika memang masyarakat sudah tak lagi menyukai dirinya, ia tak akan berkecil hati. "Kalau saya nggak ngetop lagi, ya berarti saya dikasih ngetop-nya cuma dua bulan," ujarnya santai. 

Ia tak punya beban dalam menjalani kariernya saat ini. Ia hanya tak ingin melewatkan kesempatan yang terbentang di depan matanya. "Saya kan sudah turutin masyarakat. Mereka ingin RBT, saya rekaman. Film sudah saya turuti," katanya penuh percaya diri.




Sumber : Viva News

Selasa, 04 Juni 2013

Desa Misterius Ini Tempat Puluhan Burung Bunuh Diri

Desa Misterius Ini Tempat Puluhan Burung Bunuh Diri
Percayakah Anda, bahwa bunuh diri tidak hanya dilakukan manusia, tetapi juga hewan. Sebuah desa di India bernama Jatinga menjadi saksi kejadian misterius yang berkaitan dengan kematian ratusan burung. Peristiwa aneh yang terjadi di Jatinga membuat banyak orang percaya bahwa burung bisa mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri bersama-sama.

Dilansir dari situs Times of India, pada bulan September hingga November, ketika matahari terbenam, ratusan burung dari berbagai jenis datang ke Jatinga dengan sangat cepat. Burung-burung itu lalu menabrakkan tubuh mereka dengan keras pada bangunan atau pohon hingga mati. Fenomena aneh ini terjadi berkali-kali dengan penjelasan yang masih tidak pasti.

Desa Jatinga sebenarnya desa yang masih asri dan menjadi tempat banyak spesies burung untuk istirahat saat migrasi. Anehnya, saat bulan September datang hingga akhir tahun, fenomena burung 'bunuh diri' di desa Jatinga kembali terulang.

Menurut Anwaruddin Choudhury dari Assam, peristiwa ini bukanlah bunuh diri, tetapi ada pencetus yang menyebabkan ratusan burung menabrakkan diri dengan keras pada bangunan atau pohon. Pencetus itu diperkirakan adalah lampu. Walau begitu, fenomena ini masih jadi tanda tanya besar. Pengaruh elektromagnetik di desa Jatinga juga dikaitkan dengan fenomena aneh ini, tetapi belum ada bukti nyata.

Meskipun bagi banyak orang, fenomena ini cukup aneh dan menakutkan, warga Jatinga bersuka cita. Mereka akan mengambil burung yang sudah mati, membersihkannya lalu burung-burung itu dimasak untuk makan sehari-hari.



Sumber : Vemale

Lelah Hadapi Protes, Polisi Turki Tidur di Jalan


Protes anti-pemerintah di Turki tidak juga mereda. Sebagian pihak menduga protes tersebut dapat dimanfaatkan militer Turki untuk meningkatkan pengaruhnya.

Militer Turki selama ini dilihat sebagai penjaga prinsip sekuler di negara itu. Mereka akan melakukan kudeta terhadap pemerintahan yang dianggap mengancam sekulerisme.

Namun, Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan berhasil menjinakkan ancaman militer. Dia memecat jenderal-jenderal berpengaruh dan mencegah kudeta militer.

“Sepanjang pekan, banyak laporan menyebutkan militer juga ikut bersikap anti-pemerintah,” ujar pengamat kawasan Timur Tengah asal Amerika Serikat (AS), Collins Dunne, seperti dikutip Guardian, Selasa (4/6/2013).

“Beberapa tentara terlihat membantu demonstran dan melawan polisi. Mereka bahkan memberikan masker gas untuk para pendemo,” lanjutnya.

Hubungan buruk antara Erdogan dengan militer membuatnya kesulitan menghadapi aksi protes. Padahal, polisi mulai terlihat kewalahan menghadapi demonstran.

“Banyak foto memperlihatkan polisi tidur di jalanan. Mereka mulai lelah,” ujar jurnalis AS, Claire Berlinski.

Demonstrasi anti-pemerintah di Turki tidak diterima dengan baik oleh komunitas Kurdi. Mereka takut aksi protes dapat mengancam perdamaian Turki-Kurdi.

Sebagian besar demonstran memang menggunakan atribut nasionalisme Turki. Mereka mengibarkan bendera Turki dan membawa foto pendiri Turki, Mustafa Kemal Attaturk.

Kelompok nasionalis Turki selama ini menolak negosiasi dengan separatis Kurdi. Mereka menganggap negosiasi tersebut melanggar kedaulatan Turki.

“Kami tidak ingin peristiwa di Taman Gezi mengancam proses perdamaian (Turki-Kurdi), ujar salah satu tokoh oposisi Turki, Selahattin Demirtas, seperti dikutip Guardian, Selasa (4/6/2013).

Demirtas berasal dari Partai Demokrasi dan Perdamaian (BDP). BDP memang dikenal sebagai partai beraliran kiri yang pro-Kurdi.

Namun ada juga pendukung Kurdi yang bersikap optimis terhadap protes anti-pemerintah yang sedang terjadi. Mereka merasa protes tersebut dapat menyatukan kelompok yang berseberangan dalam isu Kurdi.

“Selama ini perbedaan anatara kelompok sayap Kanan dan Kiri di Turki adalah dalam isu Kurdi. Saat protes kita berteriak bersama-sama, semoga kita dapat segera memulai dialog,” ujar pemimpin BDP, Onur Aygunes. (Okezone)

Senin, 03 Juni 2013

Inilah Phablet Pertama Acer

Phablet Pertama Acer
Acer telah menepati janjinya. Di ajang Computex 2013 Taiwan, Senin (3/6/2013), Acer telah memperkenalkan produk "hybrid" (gabungan) tablet dan smartphone (phablet) pertamanya, Liquid S1.

Berbeda dari perangkat phablet lain yang biasanya memiliki harga yang cukup tinggi, Liquid S1 dibanderol relatif murah. Perangkat ini akan dilepas ke pasaran dengan harga sekitar 430 dollar AS atau sekitar Rp 4,2 juta.

Sekadar informasi, phablet milik Samsung, Galaxy Note II, berharga Rp 7,5 juta. Merek lainnya rata-rata memiliki harga hingga 499 dollar AS.

Dikutip dari Engadget, Senin (3/6/2013), Acer Liquid S1 memiliki layar TFT berukuran 5,7 inci yang mendukung resolusi 720p. Ini merupakan perangkat smartphone pertama Acer yang dilengkapi dengan layar berukuran lebih dari 5 inci.

Dari segi pacu daya, ia dilengkapi prosesor bikinan Mediatek dengan kecepatan 1,5GHz quad-core. RAM-nya sebesar 1GB. Kombinasi di antara keduanya sudah dianggap mampu untuk operasional sistem operasi Android 4.2 Jelly Bean yang melengkapinya.

Phablet ini memiliki media penyimpanan internal sebesar 8GB yang dapat ditingkatkan hingga 32GB dengan menggunakan kartu microSD. Kapasitas baterainya sebesar 2.400mAh.

Untuk sementara, Acer Liquid S1 baru akan mendukung jaringan 3G. Dari segi konektivitas lainnya, S1 mendukung Bluetooth dan juga WiFi. (Kompas)

Minggu, 02 Juni 2013

TNI Belum Maksimal, Wajib Militer Akan Berlaku di Indonesia

DPR bersama pemerintah sedang menggodok RUU Komponen Cadangan (Komcad). Dalam draft tersebut terdapat aturan wajib militer bagi warga negara.
Anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Nefo Kertopati mengungkapkan komponen cadangan tersebut sangat dibutuhkan. Pasalnya, komponen utama pertahanan negara yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI) belum mampu melaksanakan fungsi pertahanan secara menyeluruh.
"Hal ini disebabkan keterbatasan alat utama sistem senjata, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Atas dasar itu, komponen cadangan menjadi pendukung utama komponen utama," kata wanita yang akrab dipanggil Nuning itu di Jakarta, Minggu (2/6/2013).
TNI Belum Maksimal, Wajib Militer Akan Berlaku di IndonesiaNuning mengakui tidak mudah memosisikan komponen cadangan tersebut dalam situasi global. Alasannya, ketersediaan sarana dan prasarana, regulasi serta sinergi kebijakan antara lembaga pengelola negara dibutuhkan dalam memadukan kekuatan komponen cadangan sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.
Nuning mengungkapkan pelaksanaan fungsi pertahanan negara merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa dan negara.
"Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan komponen utama yang didukung oleh komponen cadangan dan komponen pendukung," kata Politisi Hanura itu.
Nuning menjelaskan komponen cadangan adalah warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan, serta sarana dan prasarana nasional. Warga negara merupakan bagian sistem pertahanan yang dibekali melalui wajib militer yang mampu meningkatkan nasionalisme dan patriotisme. Sehingga mampu melaksanakan fungsi pertahanan negara.
"Sebagaimana tujuan pertahanan negara, warga negara bertugas menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah NKRI dan keselamatan dari ancaman," tuturnya.
Ancaman tersebut, ujarnya, bersifat militer dan non-militer, bersifat internal maupun eksternal, fisik dan non-fisik serta berifat multidimensional, meliputi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya.
Dalam era globalisasi, kualitas ancaman semakin meluas dan melampui wilayah internal negara. Ancaman pertahanan keamanan bersifat eksternal terkait dengan kejahatan internasional, berupa terorisme, imigran gelap, bahaya narkotika, pencurian kekayaan alam, bajak laut perusakan lingkungan, agresi maupun pelanggaran wilayah.
"Hubungan ketergantungan dalam sistem global menimbulkan erosi kedaulatan negara. Pemanfaatan teknologi dan informasi memungkinkan potensi ancaman semakin menyebar," ujarnya. (Tribunnews)

Sabtu, 01 Juni 2013

Tega, Ayah Masukkan Bayinya ke Kulkas Karena Menangis

Kasih sayang ibu biasanya selalu jadi pembicaraan hangat, tetapi kasih sayang seorang ayah tidak kalah pentingnya. Berita yang kami terima beberapa saat lalu sungguh menyayat hati. Seorang ayah tega memasukkan bayi perempuannya yang menangis ke dalam kulkas selama satu jam. Parahnya, dia tidak menjalani hukuman karena bisa membayar uang jaminan.

Bayi Dimasukkan Kulkas, Sang Ayah Malah Tidur

Dilansir dari situs ibtimes.com, seorang pria dari Washington bernama Tyler James Deutsch, 25 tahun, memasukkan bayi perempuannya yang baru berusia 6 bulan ke dalam kulkas. Kejadian itu dilakukan karena sang bayi terus menangis dan sebenarnya hal normal bagi bayi. Bayi malang tersebut tidak berdaya saat dimasukkan ke dalam kulkas selama satu jam.

Tyler James Deutsch (c) nydailynews

Sang bayi hanya memakai popok saat dimasukkan ke dalam kulkas. Sudah pasti, bayi itu sangat menggigil karena suhu kulkas hanya 12 derajat celsius. Yang lebih parah, sang ayah justru tidur selama bayinya di dalam kulkas dan baru mengeluarkannya satu jam kemudian saat ibu bayi pulang ke rumah.

Mengalami Patah Tulang dan Cedera Kepala

Akibat kejadian itu, bayi perempuan malang tersebut tidak hanya kedinginan dan mengalami penurunan suhu tubuh drastis, dia juga mengalami patah tulang di bagian tangan dan kaki, serta cedera pada kepala.

Pihak pengadilan setempat memproses kasus ini sebagai siksaan pada bayi. Menurut dokumen pengadilan, Tyler mengaku bahwa dia memasukkan bayinya dalam kulkas. "Saya sangat lelah, dan dia menangis," demikian alasannya.

Sang Ayah Diputuskan Tidak Bersalah

Sementara itu pihak dokter mengatakan bahwa bayi perempuan selamat dan masih terlalu dini untuk melihat efek perbuatan ayahnya. Pengadilan setempat menyatakan bahwa Tyler tidak bersalah dan harus membayar uang jaminan sebesar 1 juta dollar atau sekitar 9 miliar rupiah. Jadwal sidang selanjutnya akan diadakan tanggal 15 Juli. Jika terbukti bersalah, Tyler bisa dihukum seumur hidup.



Sumber : Vemale

Penelitian Kembali Ungkap Manusia dari Bangsa Kera

Penelitian Kembali Ungkap Manusia dari Bangsa Kera
Peneliti seolah tak bosan-bosannya melakukan pengamatan dan studi untuk mencari kemiripan antara manusia dengan primata (bangsa mamalia yang meliputi kera atau monyet). Baru-baru ini, penelitian di Inggris menemukan bahwa 1 dari 13 orang memiliki kaki mirip simpanse.

Dilansir Newscientist, Jumat (31/5/2013), penelitian bermula dari ketidaksetujuan Jeremy DeSilva dan Simone Gill di Boston University pada textbooks (buku-buku pelajaran) bahwa kaki manusia lebih efisien untuk berjalan. Sementara kera, memiliki kaki yang fleksibel dan cocok untuk memanjat pohon dan bergerak di pohon.

Kedua peneliti ini meminta 400 orang dewasa untuk berjalan-jalan di sekitar Boston Museum of Science. Gerakan berjalan para relawan ini kemudian di teliti dan difilmkan.

Peneliti menemukan bahwa 8 persen orang memiliki beberapa fleksibilitas, seperti yang terlihat pada kera penghuni pohon. Studi ini dilaporkan dalam American Journal of Physical Anthropology.

Peneliti mengamati pada anatomi kaki manusia, yang menurutnya memiliki kesamaan dan fleksibel seperti simpanse. "Saya terkejut dengan ini," ungkap DeSilva.

Robin Huw Crompton di University of Liverpool, Inggris mengatakan, kaki fleksibel telah ada sejak awal spesies manusia. Kaki fleksibel ini menurutnya sebagai peninggalan dari spesies yang dahulu tinggal di pepohonan. 

Lebih lanjut ia mengatakan, fitur lainnya pada kaki manusia yang telah hilang antara lain pada jari-jari kaki untuk kekuatan mencengkeram. Sementara simpanse, misalnya, memiliki jari-jari kaki yang saling berlawanan untuk mencengkeram.

Crompton percaya pada kebanyakan kaki manusia bisa menghasilkan fleksibilitas dalam keadaan tertentu serta stabilitas yang sangat penting. Desilva memiliki teori lain, menurutnya, kaki fleksibel mengakibatkan kemampuan berjalan yang kurang efisien.

Menurutnya, kaki fleksibel akan menjadi kerugian setelah nenek moyang manusia meninggalkan pohon sebagai habitatnya. "Dugaan saya adalah bahwa kita mendapatkan lebih banyak variasi daripada sebelumnya, mungkin karena sepatu berdampak pada anatomi kaki," pungkasnya.




Sumber : Okezone