Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Juli 2013

Korea Utara Unjuk Kekuatan Militer di Hari Ulang Tahun

Ulang tahun Korea Utara dimeriahkan dengan menampilkan kekuatan militer negara tersebut, Parade militer berwarna-warni di Pyongyan menandai ulang tahun ke-60 yang disertai dengan parade mewah yang diikuti sekitar 200 orang berkumpul di Seoul sebagaimana yang diberitakan dailymail berikut.

Tampak sang pemimpin Korea Utara melambaikan tangan di tengah lautan penonton di Kim Il Sung Square, ia diapit oleh pejabat militer senior, dengan seragam hijau dan putih zaitun sarat dengan medali.

Sementara itu, di Korea Selatan, President Park Geun-hye bersumpah tidak akan mentolerir provokasi dari Korea Utara - Seoul mengatakan serangan Korea Utara pada tahun 2010 menewaskan 50 warga Korea Selatan - tapi dia juga mengatakan Seoul akan bekerja membangun kepercayaan dengan Utara. "Saya mendesak Korea Utara untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir jika negara tersebut untuk memulai jalan menuju perubahan sejati dan kemajuan," kata Park dalam pidatonya.

Korea Utara diperkirakan memiliki beberapa bom nuklir mentah, tetapi banyak analis tidak berpikir itu belum menguasai teknologi yang dibutuhkan untuk membangun hulu ledak cukup kecil untuk muat pada rudal jarak jauh.

Berikut foto-foto kemeriahan ulang tahun ke-60 Korea Utara.










Foto : Zhang Li/Rex Features/AP/Kyodo/Reuters

Sabtu, 18 Mei 2013

Ruhut: Tak Pantas, Tukang Mebel Jadi Presiden

Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengaku heran masih saja banyak lembaga survei yang menempatkan Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden potensial periode 2014-2019.

Ruhut melihat justru kinerja Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta berantakan. Satu tahun masa jabatan, persoalan ibukota seperti kemacetan, banjir dan lain sebagainya tidak ada satu pun yang dituntaskan.

"Masih ada yang jagoin? Hancur begitu. Itu, survei dulu, sekarang lihat jalan makin macet, banjir dimana-mana, sudah enggak pantas dia jadi Presiden. Gimana, jadi Wali Kota Solo saja gagal, tukang mebel mau jadi capres," kata Ruhut kepadaTribunnews, Minggu (19/5/2013).

Publik, kata Ruhut, jangan tertipu oleh upaya pencitraan yang terus dibangunnya lewat banyak media massa demi meraih kursi nomor satu di Indonesia. "Jangan jadi korban pencitraan, aduh, masih saja jagokan dia," kata Ruhut.

Ruhut juga mengklaim tidak ada satupun partai politik yang menjagokan Jokowi menjadi Presiden tahun 2014 mendatang, bahkan PDI Perjuangan sekalipun. Dengan tidak adanya dukungan tersebut, lanjut Ruhut, mustahil Jokowi akan maju jadi calon presiden tahun 2014, karena undang-undang tidak membolehkan kandidat presiden dari kalangan independen mencalonkan diri.

"PDIP saja enggak calonin dia, siapa yang mau dukung, mau maju jadi calon independen? Ya enggakbisa, itu ada undang-undang, ini kan negara hukum, kalau gubernur, wali kota, bupati bisa," katanya.



sumber : Tribunnews

Jumat, 29 Maret 2013

4 Calon Presiden RI dalam Penilaian Media Australia

Pemilihan presiden di Indonesia masih 15 bulan lagi. Namun, Indonesia sudah terobsesi sekarang untuk membicarakan pengganti Susilo Bambang Yudhoyono. Inilah penilaian koresponden Fairfax Media Australia untuk Indonesia, Michael Bachelard.
Fairfax Media adalah salah satu kelompok media terbesar di Australia, antara lain memiliki surat kabarSydney Morning Herald (Sydney), The Age(Melbourne), dan Brisbane Times (Queensland). Dengan berakhirnya masa jabatan SBY, menurut Bachelard, elite politik Australia dengan saksama akan mengikuti perkembangan mengenai siapa yang akan menjadi presiden berikutnya.


Namun, calon yang ada, menurut Bachelard, tidaklah mengesankan. "Apa yang kami miliki adalah apel busuk," kata pengamat politik dari CSIS, Phillips Vermonte. "Namun, kami harus memakannya juga." Berikut penilaian Michael Bachelard mengenai beberapa kandidat sejauh ini:

PRABOWO SUBIANTO. Tokoh yang difavoritkan ini adalah mantan jenderal yang memiliki masa lalu gelap. Bila dia mengajukan visa untuk mengunjungi Australia, besar kemungkinan akan ditolak karena pelanggaran hak asasi manusia. Namun, Prabowo—yang merupakan mantan Danjen Kopassus—sudah menghabiskan waktu selama lima tahun terakhir untuk memperbaiki citranya sebagai tokoh sipil di Indonesia, dan memimpin jajak pendapat sebagai calon kuat untuk menjadi presiden.

Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Gerindra Prabowo digambarkan sebagai sosok tegas, untuk mengkontraskan dengan presiden saat ini yang peragu. Didukung oleh bisnis keluarganya yang makmur untuk membantu usahanya menjadi presiden, Prabowo lebih senang menyebut diri sebagai peternak kambing, sebagai orang kebanyakan. Namun, kerja keras dan uang yang dimilikinya tidak bisa mencegah masa lalu muncul kembali.

Juru bicara Departemen Luar Negeri Australia mengatakan, kunjungan ke Australia oleh pejabat Indonesia penting untuk membina hubungan kedua negara. Namun, ia menolak memberikan komentar apakah Prabowo akan mendapat visa atau tidak. Di Amerika Serikat, Prabowo masuk dalam daftar terlarang. Bila terpilih, Pemerintah AS dan Australia mungkin akan bersikap pragmatis dengan mencabut larangan berkunjung tersebut, walau mungkin mereka tidak menyukainya.

ABURIZAL BAKRIE adalah calon kedua potensial. Namun ini bukan karena dia memang populer, melainkan hanya karena dia menjadi ketua umum Partai Golkar. Pernah menjadi orang terkaya di Indonesia, Aburizal sekarang berada di peringkat ke-40. Namun, perusahaan keluarga yang dimilikinya, Bakrie and Brothers, yang bergerak di bidang pertambangan dan properti, masih memiliki kekayaan besar, diperkirakan sekitar 10 miliar dollar AS. Namun, orang tidak akan kaya di Indonesia begitu saja tanpa adanya kontroversi dalam bisnis. Di bisnis internasional, Bakrie terlibat sengketa dengan pengusaha Inggris, Nathaniel Rothschild, dalam usaha patungan mereka di Bumi Resources. Dua kali Bakrie Brothers hampir bangkrut.

Mereka juga mampu menghindar untuk tidak membayar utang internasional ataupun pajak.
Namun di mata kebanyakan rakyat Indonesia, keburukan utama Bakrie adalah dalam krisis lumpur gas di Sidoarjo. Tahun lalu, Aburizal berkunjung ke Australia dalam usaha untuk tampil seperti seorang negarawan. Dr Marcus Mietzner, dosen Universitas National Australia (ANU), menghabiskan waktu dengan Aburizal dalam kunjungan tersebut, dan mengatakan "cukup terkesan" dengan penampilan Aburizal ketika berbicara dengan para ekonom dan akademisi karena "dia terbiasa berdebat dengan orang yang setingkat dengan dia". "Namun, dia jelas sekali canggung ketika harus berbicara dengan petani atau nelayan di tengah terik sinar matahari. Itu sama sekali bukan dunianya," kata Mietzner.

MEGAWATI SUKARNOPUTRI. Beberapa kali dianggap favorit untuk menjadi presiden, tetapi dalam pemilihan presiden tahun 2004 dan 2009 ia tidak berhasil. Dengan jajak pendapat sekitar 20 persen, tampaknya angka tersebut tidak pernah berubah banyak. Megawati dianggap banyak kalangan sebagai presiden yang tidak tegas dan tidak populer ketika menjadi presiden di tahun 2001 sampai 2004 ketika menggantikan Abdurrahman Wahid yang diberhentikan sebagai presiden.

Megawati belum memutuskan apakah akan mencalonkan diri sebagai presiden di tahun 2014, bahkan suaminya sendiri Taufik Kiemas menentang pencalonannya. Kiemas mendukung putrinya sendiri Puan Maharani yang, menurut mayoritas warga Indonesia, belum memiliki kemampuan untuk posisi tersebut.

JOKO WIDODO. Politisi paling populer di Indonesia saat ini adalah Joko Widodo, dan paling mungkin terpilih langsung bila mencalonkan diri. Gubernur Jakarta ini baru enam bulan menjabat sehingga belum memiliki rekor apa pun dalam menyelesaikan masalah Jakarta, kecuali kartu Jakarta Sehat dan beberapa idenya untuk mengurangi banjir di Ibu Kota.

Baru berusia 40 tahunan, Jokowi satu generasi lebih muda dibandingkan para pimpinan partai lain yang kebanyakan berasal dari era Soeharto. Dia juga dikenal sebagai politisi yang bersih dari korupsi. Namun, dia adalah anggota PDI-Perjuangan, yang dalam hal ini Megawati mungkin akan mencalonkan dirinya sendiri.

Bila komentarnya bisa dipercaya, Jokowi saat ini tidak berambisi menjadi presiden. Namun, banyak kalangan mendesak Jokowi untuk mencalonkan diri sekarang, di saat dia sedang populer, dan tidak menunggu sampai dia bergelimang dengan masalah Jakarta yang tidak mungkin terselesaikan.




sumber : kompas.com