Senin, 17 Juni 2013

Wanita Ini Di Pukul Palu Oleh Pacarnya Sendiri

Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol banyak membawa pengaruh negatif bagi tubuh. Selain merusak organ-organ tubuh juga mengacaukan kesadaran diri dan mengakibatkan emosi yang tidak stabil. Warga Negara Inggris yang menetap beberapa lama di Bali, kehilangan kendali setelah mabuk dan dan tidak bisa mengontrol diri. 

John Burns (58), melakukan penganiayaan terhadap kekasihnya Suryati. Cerita bermula ketika kekasih dari Suryati itu pulang dari klub pada minggu malam (16/6) dalam keadaan mabuk total.Entah apa yang mereka berdua bicarakan, tiba-tiba terjadi pertengkaran. Burns yang kehilangan kendali mengambil palu dari jok sepeda motornya dan memukulkannya pada kepala Suryati. Akibat kejadian itu Suryati mengalami luka pada bagian kepala. Perempuan malang itupun langsung terjatuh dan keluar darah dari kepalanya.

Perempuan cantik bernama lengkap Ni Kadek Suryati (30) ini langsung mencari pertolongan dan mendapat bantuan medis secepatnya. Untunglah luka yang diderita oleh Suryati bisa diobati dengan cepat walau terbilang parah. Kini kasus penganiayaan oleh WNA ini ditangani oleh pihak berwajib. "Kasus penganiayaan kepada Ni Kadek Suryati saat ini masih dalam penyelidikan petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak," kata Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Buleleng Komisaris Ida Bagus Putu Wedanajati di Singaraja, Senin (17/6) dikutip dari merdeka.

Walaupun bukan warga negara Indonesia bukan berarti Burns akan mendapat keistimewaan. Burns akan tetap diproses mengikuti alur hukum yang berlaku di Indonesia. Kini Ni Kadek Suryati masih dalam kondisi trauma akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kekasihnya itu. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak mengonsumsi minuman beralkohol atau bila mengonsumsi pun dalam takaran yang tidak berlebihan agar tidak membawa pengaruh negatif dan merugikan.

Minggu, 16 Juni 2013

Aktris Senior Ully Artha Meninggal Dunia Karena Penyakit Komplikasi

Taruli Artha Sortiana Pangaribuan atau yang akrab disapa Ully Artha tutup usia pada Minggu (16/6/2013) pukul 16.45 di Ruang ICU RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Ully meninggal pada usia 59 tahun karena penyakit komplikasi yang dideritanya.

"Meninggal pada pukul 16.45 tadi," ungkap salah seorang petugas rumah duka.

Jenazah baru tiba di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto pukul 18.25. Petugas belum bisa memastikan bahwa jenazah akan dimandikan di RSPAD Gatot Soebroto atau rumah dukanya di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

"Tergantung keluarganya apa mau dimandiin di sini atau tidak. Keluarganya masih mengurus surat-suratnya," tambahnya.

Kabar meninggalnya Ully Artha membuat banyak orang terkaget-kaget. Obrolan bernada tak percaya pun merebak di Twitter untuk menanyakan kebenaran kabar tersebut. "Benarkah actress senior kita Uli Artha meninggal dunia? Ada yang bisa kasih jawaban berita ini... Inalillahi...," tulis sebuah akun Twitter.

Aktris kelahiran 17 Oktober 1953 itu mengawali karier sebagai pemain drama di TVRI tahun 1970-an. Setelah itu, Ully juga pernah menjajal dunia model dan catwalk, tetapi Ully tetap setia dengan seni peran.

Dengan gelar "Miss Teenager Metropolitan" (1970) membuatnya diincar oleh produser Tati & Son untuk bermain dalam film Tjisadane (1971). Beberapa kali Ully berhasil mendapat nominasi dalam ajang FFI, antara lain Pengemis dan Tukang Becak (1979), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986), dan Potret (1991).

Namanya semakin dikenal setelah bermain dalam film Kembang-Kembang Plastik (1977) karya Wim Umboh. Dalam film tersebut, Ully berpasangan dengan aktor Roy Marten. Selanjutnya, Ully bermain dalam film Satu Malam Dua Cinta (1978), Pengemis dan Tukang Becak (1979), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985), Keluarga Markum (1986), Siapa Menabur Benci Akan Menuai Bencana (1988), Semua Sayang Kamu (1989), Turangga (1990), Potret(1991), dan lain-lain.

Setelah industri film Indonesia "pingsan", Ully bergabung dengan rumah produksi Multivision Plus, SinemArt, maupun MD Entertainment dan telah membintangi banyak sinetron yang cukup sukses, di antaranya Buku Harian (bersama Elma Theana, Desy Ratnasari, dan Didi Petet), Janjiku (bersama dengan Paramitha Rusady), dan Mama, sebuah sinetron komedi situasi yang naskahnya juga ditulis oleh Ully. Dalam Festival Sinetron Indonesia 1996, namanya masuk dalam unggulan sebagai pemeran utama wanita jenis komedi dalam Suami-Suami Takut Isteri. Pada tahun sebelumnya, Ully meraih unggulan untuk pemeran pembantu wanita untuk Miniseri Pakaian dan Kepalsuan arahan Teguh Karya.

Semakin bertambah usia tak menghambatnya untuk tetap produktif. Hal ini dibuktikan sendiri dengan membintangi film Jagad X Code (2009) dan Bebek Belur (2010).

Hingga saat ini, pihak keluarga yang masih dirundung duka belum bersedia memberikan kata-kata.



Berikut Biografi Ully Artha

Taruli Artha Sortiana Pangaribuan akrab dipanggil Ully Artha (lahir 17 Oktober 1953 – meninggal di Jakarta, 16 Juni 2013 pada umur 59 tahun) adalah salah satu aktris senior Indonesia yang telah berkecimpung di dunia seni peran sejak tahun 1970 hingga dirinya meninggal pada tahun 2013.

Ully mengawali karier sebagai pemain drama di TVRI pada dekade 1970-an. Setelah itu, Ully mulai menjajal dunia model dan peragawati. Dengan gelar ‘Miss Teenager Metropolitan’ (1970), ia diincar oleh produser Tati & Son untuk bermain dalam film Tjisadane (1971). Dalam peran layar lebar selanjutnya, ia bermain dalam film Kembang-Kembang Plastik (1977) besutan Wim Umboh, berpasangan dengan aktor Roy Marten. Selanjutnya bermain dalam film Satu Malam Dua Cinta (1978), Pengemis dan Tukang Becak (1979), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1985), Keluarga Markum (1986), Siapa Menabur Benci Akan Menuai Bencana (1988), Semua Sayang Kamu (1989), Turangga (1990), dan Potret (1991). Berkali-kali Ully meraih nominasi dalam ajang FFI, melalui film Pengemis dan Tukang Becak (1979), Kejarlah Daku Kau Kutangkap (1986), dan Potret (1991), namun tidak pernah berhasil meraih penghargaan.

Setelah industri film Indonesia 'pingsan', Ully bergabung dengan rumah produksi Multivision Plus, SinemArt, maupun MD Entertainment dan membintangi banyak sinetron yang cukup sukses, seperti "Buku Harian" (bersama Elma Theana, Desy Ratnasari, dan Didi Petet), "Janjiku" (bersama dengan Paramitha Rusady), dan "Mama", sebuah sinetron komedi situasi yang naskahnya juga ditulis oleh Ully. Dalam Festival Sinetron Indonesia1996, namanya masuk dalam unggulan sebagai pemeran utama wanita jenis komedi dalam Suami-Suami Takut Isteri. Pada tahun sebelumnya, Ully meraih unggulan untuk pemeran pembantu wanita untuk miniseri Pakaian dan Kepalsuan arahan Teguh Karya.

Film-film terakhir yang diperaninya adalah Jagad X Code (2009) dan Bebek Belur (2010).

Penghargaan
Nominasi Aktris Pembantu, Piala Citra FFI Pengemis dan Tukang Becak (1979)
Nominasi Aktris Pembantu, Piala Citra FFI Kejarlah daku kau kutangkap (1986)
Nominasi Aktris Pembantu, Piala Citra FFI Potret (1991)
Nominasi Aktris Pembantu, Piala Vidia FSI 1995 Pakaian dan Kepalsuan
Nominasi Aktris Utama Komedi, Piala Vidia FSI 1996 Suami-suami Takut Istri
Nominasi Aktris Pembantu Indonesian Movie Award 2011 Bebek Belur


Filmografi
Flamboyant (1972)
Pengantin Tiga Kali (1972)
Seribu Janji Kumenanti (1972)
Intan Perawan Kubu (1972)
Ayah (1973)
Ketemu Jodoh (1973)
Cinta Pertama (1973)
Neraka Perempuan (1974)
Sarah (1974)
Maria, Maria, Maria (1974)
Rahasia Gadis (1975)
Liku-Liku Panasnya Cinta (1976)
Kembang-Kembang Plastik (1977)
Direktris Muda (1977)
Bersemi di Akhir Badai (1978)
Pengemis dan Tukang Becak (1978)
Sopirku Sayang (1978)
Anna Maria (1979)
Kabut Sutra Ungu (1979)
Sang Guru (1981)
Dia Yang Tercinta (1984)
Dia Sang Penakluk (1984)
Kejarlah Daku Kau Kutangkap' (1985)
Demam Tari (1985)
Di Dadaku Ada Cinta (1986)
Telaga Air Mata (1986)
Keluarga Markum (1986)
Siapa Menabur Benci Akan Menuai Bencana (1988)
Laura Si Tarzan (1989)
Tamu Tengah Malam (1989)
2 Dari 3 Laki-Laki (1989)
Kipas-Kipas Cari Angin (1989)
Turangga (1990)
Suamiku Sayang (1990)
Potret (1991)
Asmara (1992)
3 dalam 1 (1992)
40 Hari Bangkitnya Pocong (2008)
Jagad X Code (2009)
Bebek Belur (2010)


Sinetron
Buku Harian I-III (SCTV, 1994-1996)
Mody Juragan Kost (RCTI, 1995)
Harkat Wanita (RCTI, 1996)
Suami-Suami Takut Istri 1996)
Bunga Malam (RCTI, produksi MD Entertainment)
Keluarga Didi
Janjiku (RCTI, produksi Multivision Plus, 1996-1997)
Mama (RCTI)
Kisah Adinda (RCTI)
Ikhlas (RCTI)
Putri Cahaya (RCTI)



Dari berbagai sumber

Jumat, 14 Juni 2013

Inilah Perbedaan Miss Hongkong dan Miss Korea

Setiap negara pasti memiliki kontes kecantikan tahunan yang menyuguhkan wanita-wanita cantik dan smart sebagaimana yang diberitakan Merdeka.

Sama seperti di Indonesia, Korea Selatan selalu membuat acara kontes kecantikan. Yang mengejutkan dari kontes kecantikan tahun ini adalah wajah 20 kontestan yang mirip. Banyak media dan orang-orang berkomentar bahwa wajah yang mirip itu disebabkan karena operasi plastik yang banyak dilakukan wanita Korea Selatan.

Lain Korea Selatan lain pula Hongkong, acara kecantikan Miss Hongkong diikuti sekitar 2.000 wanita dan hanya 129 yang tersaring ke babak berikutnya. Sudah pasti, wajah-wajah dan profil mereka muncul di internet. Ternyata, mereka langsung menjadi buah bibir karena netizen di Hong Kong sangat menyukai penampilan dan semangat para wanita ini.

Nah, berikut foto-foto Finalis Miss Hongkong dan Miss Korea berikut ini.

Miss Hongkong

Miss Korea

Sabtu, 08 Juni 2013

Taufik Kiemas Meninggal Dunia di Singapura Karena Sakit Jantung

Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas, 71 tahun, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Singapura.

Kabar duka suami mantan Presiden RI, Megawati Soekarnoputri itu disampaikan mantan Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung melalui akun Twitter resminya @pramonoanung.

Pramono yang tengah berada di Singapura mendampingi keluarga almarhum dalam tweet-nya, menulis, "Telah meninggal dunia Bapak Haji Taufiq Kiemas saat ini dan mohon diampuni seluruh kesalahan dan didoakan". 

"Taufiq Kiemas wafat pukul 19.05 waktu Singapura atau 18.05 WIB. Megawati, dan keluarga besar telah berada di Singapura. Rencana pukul 9 pagi besok, jenazah akan dibawa ke Jakarta lewat Bandara Halim Perdana Kusumah.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Pareira mengatakan, Taufiq telah menjalani perawatan di Singapura setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (1/6/2013). Peresmian dilakukan bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 1945.

Justin Bieber dan Leonardo Dicaprio Akan Ke Luar Angkasa

Pesawat SpaceShip Two Virgin Galactic yang dibuat oleh pengusaha Richard Branson ini  dijadwalkan untuk mulai melakukan perjalanan ke ruang angkasa pada 2014 mendatang seperti yang dikutip dari BBC Indonesia.

Richard Branson dalam twitternya memastikan Justin Bieber akan menjadi salah satu penumpang pesawat Virgin Galactic.

Selain Bieber, sejumlah bintang lain yang dikabarkan akan ikut dalam penerbangan ini adalah Leonardo DiCaprio, Tom Hanks, Ashton Kutcher, pasangan Brad Pitt dan Angelina Jolie, termasuk ilmuwan Stephen Hawking

Jumat, 07 Juni 2013

Lucu, Anjing Ini Mirip Dengan Pemiliknya

Memiliki hewan peliharaan merupakan kesenangan tersendiri bagi pemiliknya, entah itu teman di kala sedih atau di saat-saat tertentu hewan peliharaan dapat memberikan sesuatu lucu. 

Nah, kalau hewan yang satu ini lucu, bukan karena pandai berkomedi seperti yang ada di tv tetapi lucu karena memiliki rupa serta tingkah laku hampir sama dengan pemilik hewan peliharaan ini.

Nah... pasti mau lihat kan hewan lucu ini? Yuk kita intip foto berikut ini.

Lucu, Anjing Ini Mirip Dengan Pemiliknya

Lucu, Anjing Ini Mirip Dengan Pemiliknya

Lucu, Anjing Ini Mirip Dengan Pemiliknya

Lucu, Anjing Ini Mirip Dengan Pemiliknya

Kisah Seorang Pria Yang Terluka Melalui Mimpi

Mimpi, bunga tidur yang biasanya diremehkan orang dan dianggap sebagai hal yang tak patut dipikirkan. Bisa jadi pernyataan tersebut benar, tetapi juga bisa salah.

Sebagian orang dan ilmuwan percaya, bahwa mimpi ada hubungannya dengan banyak hal, entah itu dengan alam bawah sadar, atau juga kehidupan seseorang. Well, terlalu complicated kalau dibahas satu per satu. Yang jelas, mimpi bukanlah sekedar bunga tidur belaka.

Salah satu contohnya adalah kisah seorang pria bernama Durga Jatav berikut ini. Ia mengalami luka di dalam tidurnya, luka tersebut nyata dan berbekas setelah ia bangun. Namun, satu-satunya momen di mana ia mendapatkan luka tersebut hanyalah di dalam mimpi. Bagaimana bisa luka tersebut ada di sana? Inilah misterinyaa...

Cerita ini dilansir oleh ListVerse, dan diceritakan kembali di sini sebagai sharing pengalaman misteri yang akan membuka banyak mata bahwa masih ada misteri di dunia yang tak dimengerti.

Kala itu, Durga Jatav sedang bertarung melawan sakit tipus yang dialaminya. Demam tinggi akhirnya membuat ia tak sadarkan diri dan mengigau. Di dalam mimpinya ia merasa seperti diculik oleh beberapa orang. Agar tidak kabur, akhirnya kedua kakinya dipotong di bagian lutut.

Dan setelah kakinya dipotong, orang-orang di dalam mimpi tersebut menyadari bahwa mereka salah menangkap orang. Jatav dibebaskan dan diperbolehkan pergi. Namun ia bertanya kepada mereka, bagaimana bisa ia pergi apabila ia tak memiliki kaki.

Karena berhutang maaf, orang-orang tersebut menawarkan sepasang kaki baru untuk Jatav. Yang kemudian dipasang pada kedua kakinya. Kaki Jatav kembali tersambung, iapun berhasil pergi.

Dan di saat itu pula ia tersadar dari demamnya, dan kondisinya berangsur membaik.

Keluarga Jatav bersaksi, sepanjang Jatav demam dan bermimpi, tubuhnya menjadi amat sangat dingin seperti mayat. Bahkan keluarganya ketakutan dan merasa khawatir. Namun keajaiban datang tepat di saat mimpi Jatav berakhir. Ia berangsur sembuh dan bangun.

Uniknya, saat tersadar, ada bekas luka di kedua kaki Jatav tepat di bagian di mana ia bermimpi bahwa kedua kakinya dipotong. Jatavpun dibawa untuk mendapat pemeriksaan sinar X. Tidak ada luka di bagian tulang kedua kakinya, hanya bekas luka seperti goresan pisau atau pedang di bagian kulit saja.

Seorang psikiater bernama Ian Stevenson tertarik akan kasus ini. Iapun mengadakan penelitian terhadap diri Jatav dan mencantumkannya dalam buku yang ditulisnya berjudul Reincarnation and Biology: A Contributon to the Etiology of Birthmarks and Birth Defects.

Hingga saat ini kasus Jatav masih menjadi misteri. Tak ada yang bisa menjelaskan bagaimana hubungan bekas luka dengan mimpi. Sebenarnya, pernah ditemukan beberapa kasus serupa. Namun, karena jarang dialami orang maka kasus ini menjadi hal yang terlupakan. (Vemale)